Pecinta Burung Lovebird Indonesia

Showing posts with label snot. Show all posts
Showing posts with label snot. Show all posts

Cara Mengatasi Penyakit Snot Lovebird Secara Alami

Cara Mengatasi Penyakit Snot Lovebird Secara Alami
Penyaakit SNOT atau biasa disebut Penyakit Mata, yang dialami oleh burung tidak dapat diprediksi kedatangannya, penyakit tersebut tergolong menjadi 2 yaitu penyakit snot menular dan penyakit snot tidak menular. penyakit snot yang bisa menular ke burung lainnya penanganannya harus tepat, telaten dan secara rutin, sampai burung tersebut menjadi bugar kembali. penanganan yang tidak tepat misalnya dalam memberi obat bisa berakibat fatal pada burung tercinta. Penyakit SNOT ini memang menjadi bahan isu pembicaraan para Breeder karena sudah banyak sekali terjadi kematian pada burung jika terserang penyakit tersebut. tapi anda tidak perlu khawatir, yang perlu anda perhatikan sebelum mengatasi penyakit ini anda harus mengetahui penyebab muasal terjangkitnya penyakit snot terhadap burung anda, dengan begitu anda bisa lebih mudah dalam mengatasi penyakit snot pada lovebird tercinta anda.

Berikutnya kami akan mencoba menjabarkan terkait masalah penyakit SNOT pada burung. 


Pengertian Penyakit Snot:
Penyakit Snot atau disebut Infectious Coryza adalah penyakit yang sangat sering menyerang unggas, ayam, dan burung kicau, termasuk Lovebird.

Penyakit snot merupakan gangguan pernapasan yang disebabkan oleh bakteri haemophilus paragallinarum. Bakteri ini mempunyai bentuk batang pendek, tercat polar, non motil, tidak membentuk spora, dan fakultatif anaerob.

Perlu diketahui, Anda tidak boleh meremehkan penyakit snot karena penyakit tersebut bisa berlangsung akut sampai kronis. Serangan penyakit ini tampak pada yang mata burung membengkak atau napas mengorok.

Penyakit snot ini juga bersifat infeksius atau menular. Jadi penyakit snot bisa menyerang hampir semua burung kicau.

Berikut beberapa jenis burung yang rentan terkena penyakit snot adalah burung Kenari, Lovebird, Anis Merah, Kacer, dan Murai Batu.

Untuk mengatasi penyakit snot, Anda bisa melakukannya dengan cara tradisional dan juga medis atau menggunakan obat kimia. Biasanya obat tradisional dipilih jika penyakit snot yang menyerang Lovebird tidak terlalu parah.

Kalau sudah masuk stadium lanjut, penyakit snot susah untuk disembuhkan, sekalipun dengan obat ampuh dari dokter hewan. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui penyebab Lovebird terkena snot.


Penyebab Snot pada Lovebird


  1. Udara kotor, asap dapur atau sisa pembakaran sampah yang menembus ke dalam sangkar, dan mengenai mata burung.
  2. Adanya benda asing di dalam lubang hidung Lovebird.
  3. Pemilik atau perawat Lovebird sering merokok di dekat kandang, sehingga asapnya masuk ke dalam kandang.
  4. Kotoran burung atau amonia yang menumpuk serta udara yang lembab mengakibatkan mata berair dan menjadi penyakit snot.
  5. Kebersihan di kandang kurang terjaga, sehingga debu, pasir, serbuk, dan benda halus sejenisnya berterbangan tertiup angin hingga masuk ke kandang.
  6. Lingkungan yang banyak kacanya atau seng bisa memantulkan cahaya matahari. Kalau dibiarkan, pantulan sinar matahari bisa mengenai mata Lovebird.
  7. Setelah dijemur burung langsung dikerodong sehingga menyebabkan penyakit mata pada burung.
  8. Kandang atau inkubator terlalu pengap membuat bakteri mudah berkembang biak dan akhirnya Lovebird terkena penyakit snot.
  9. Lingkungan kotor di pinggir jalan raya yang masuk ke pernapasan Lovebird, lalu mengakitbat Lovebird menderita penyakit snot.
  10. Gigitan serangga seperti semut dapat mengakibatkan mata bengkak.
  11. Tempat lembab alias terlalu dingin

Ciri-ciri Lovebird Terkena penyakit snot alias sakit mata
  1. Lovebird cenderung diam atau tidak aktif seperti biasanya.
  2. Lovebird sering memejamkan atau menutup kelopak mata.
  3. Pandangan Lovebird sedikit kabur.
  4. Lubang hidung Lovebird berair atau ingusan, kita biasa menyebutnya pilek atau mbeler.
  5. Mata Lovebird terlihat berair, seperti menangis.
  6. Lovebird sering menggosokkan matanya ke tangkringan atau dinding sangkar.
  7. Lovebird mengantuk dan terlihat lesu.
  8. Lovebird sering menyelipkan kepalanya di bawah sayap.
  9. Lovebird sering turun tangkringan dan bulunya rontok.
  10. Lovebird sulit bernapas dan sering membungkuk sambil memanjangkan lehernya dan membuka paruhnya.
  11. Lovebird terlihat sering gesekkan tubuhnya ke tangkringan.
  12. Saat bernapas, ekor Lovebird terlihat naik turun.
  13. Bagian kelopak mata Lovebird membengkak dan berwarna merah.
  14. Muncul belek putih di bagian mata Lovebird.
  15. Seperti ada daging tumbuh di sekitar kelopak mata.
  16. Burung Lovebird tidak mau makan, lemas, dan kurang bergairah.
  17. Kotoran Lovebird berwarna putih, encer, dan berbau tak sedap.

Cara mengobati penyakit snot secara alami penya

1. Tumbuhan Kitolod
Kitolod adalah tumbuhan liar yang bisa menyembuhkan gangguan mata pada burung Lovebird, mulai dari katarak, infeksi mata, hingga penyakit snot.

Saat ini sudah banyak beredar di pasaran obat mata pada burung yang merupakan hasil dari penyulingan atau ekstrak tumbuhan kitolod.

Kitolod yang juga disebut tolod (Sunda), kendali, sangkobak (Jawa) ini adalah tanaman obat yang juga digunakan untuk manusia. Tumbuhan ini mudah dijumpai karena biasanya tumbuh liar di tempat-tempat lembab. Tumbuhan ini bersifat anti-radang namun getahnya sangat berbahaya karena beracun.2. Bunga Kitolod

Dengan kasiat bunga kitolod, mata snot dan katarak pun perlahan sembuh. Cara pembuatannya, bunga cukup dicuci dan diteteskan langsung pada mata burung Lovebird.

Efek pemberian bunga kitolod, mata burung akan terasa pedih, mungkin burung akan mengeluarkan air mata lebih banyak. Air mata inilah yang akan membuang kotoran yang ada di dalam mata.

Jika tidak menemukan daun kitolod di sekitar rumah Anda, sekarang banyak dijual obat kitolod di kios burung. Biasanya obat tersebut berupa obat tetes mata yang terbuat dari daun kitolod.

3. Air seni
Air seni atau urine sudah lama diyakini oleh masyarakat sebagai obat untuk mengatasi gangguan pada mata manusia. Walau terkesan menjijikkan, tapi kasiat air seni untuk penyembuhan mata memang lumayan ampuh.

Bahkan air seni mempunyai banyak kelebihan jika dibandingkan dengan obat lainnya.

Sebenarnya, air seni bukan hanya menjijikkan tapi juga kotor. Hal ini disebabkan karena air seni tersebut merupakan sisa-sisa metabolisme tubuh. Bahkan, air seni banyak mengandung bakteri yang sangat berbahaya pada mata.
Kendati demikian, bukti empiris telah membukakan mata kita bahwa air seni tidak berbahaya. Bahkan air seni mampu memberikan pertolongan pada setiap orang yang memanfaatkannya sebagai media terapi, termasuk pengobatan snot pada burung kicau.

Yang terpenting, makanan dan minuman yang kita konsumsi harus sehat, agar air seni yang keluar tidak berbahaya ketika dipakai untuk pengobatan penyakit snot pada Lovebird.

Lalu, bagaimana cara pengobatannya? Saat pagi hari, tepatnya setelah bangun dari tidur, ambil air seni secukupnya dengan menggunakan wadah. Air seni di pagi hari ini, diyakini memiliki kualitas yang paling baik untuk pengobatan.

Selanjutnya, Anda bisa langsung meneteskannya pada mata burung, setidaknya 2-4 tetes. Setelah itu, diamkan selama sekitar satu menit lalu bilas dengan air bersih.

Pengobatan penyakit snot menggunakan air seni bisa dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore, serta boleh juga dilakukan sampai sembuh.

Selain dengan cara diteteskan, air seni bisa dikompreskan pada mata burung yang terkena penyakit snot. Setelah itu, mata burung bisa dibilas dengan air bersih lalu lepas kembali ke dalam sangkar.

4. Daun sirih merah
Daun sirih merah berbeda dengan daun sirih hijau. Ruas pada daun sirih ini berwarna merah dan bila diteteskan pada mata rasanya lebih perih daripada daun sirih hijau.

Asal Anda tahu, daun sirih merah ini terbukti kasiatnya sebagai bahan antiseptik yang dapat membunuh bakteri kuman penyakit.

Untuk pengobatan mata snot, ambil 7 lembar daun sirih, lalu diremas-remas dan dicampur dengan 1 liter air. Kemudian air ini digunakan untuk memandikan burung agar bakteri yang menempel pada burung cepat mati.

Anda juga bisa membuat tetes mata burung dari daun sirih merah, caranya siapkan 3 lembar daun sirih merah yang sudah dicuci bersih, kemudian diremas sampai halus.

Remasan halus ini jika dipencet akan keluar air yang licin. Nah, air itulah yang digunakan untuk obat tetes mata. Agar Lovebird cepat sembuh dari penyakit snot, maka teteskan 3 kali sehari.

Jemur
Untuk mengatasi penyakit snot bagian terakhir adalah dengan cara menjemurnya. Namun untuk cara ini asalkan mata lovebird tidak berair maka dengan cara ini terbilang cukup ampuh karena selama in ikami mengggunakan cara ini jika mata lovebird tidak berair. Untuk waktu penjemuran bisa dari pagi sampai siang sekitar jam 11-an atau jika anda tidak merasa kasihan bisa seharian

Obat kimia untuk penyakit snot pada lovebird
  • BBS (Bye-Bye Snot)
  • RDF
  • Bio Snot
  • StopSnot
  • Kitolot Plus
  • Anti Snot
  • Salep Cyndocentrol (bukan obat burung tapi bisa sembuh)
  • Obat antibiotic (bukan obat burung tapi bisa sembuh)
  • Obat tetes mata Alletrol (bukan obat burung tapi bisa sembuh)
  • Obat tetes mata Vitobel (bukan obat burung tapi bisa sembuh)
  • Salep mata Erlamycetin Chloraphenicol (bukan obat burung tapi bisa sembuh)
  • Propolis (bukan obat burung tapi bisa sembuh)
  • Cendo xitrol (bukan obat burung tapi bisa sembuh)

Cara merawat lovebird sakit mata alias penyakit snot
  1. Burung Lovebird dipisah dari burung lainnya agar tidak menular.
  2. Bersihkan sangkar setiap hari secara rutin.
  3. Burung Lovebird ditempatkan di lokasi yang sejuk dan tenang, supaya proses penyembuhan lebih cepat.
  4. Burung Lovebird dimandikan setiap pagi hari dengan air daun sirih merah.
  5. Banyak yang mengatakan Lovebird tidak boleh dijemur saat menderita penyakit snot, tapi sebenarnya Lovebird masih boleh dijemur asalkan tidak terlalu lama, cukup 15 menit untuk menghangatkan tubuhnya.
  6. Setelah dijemur dan diangin-anginkan di sekitar rumah yang sejuk, Lovebird dikerodong dengan kerodong yang tipis. Tujuannya agar udara segar dapat masuk dan kandang tidak pengap.
  7. Berikan vitamin untuk menjaga stamina Lovebird.

Penyakit snot menular
Apakah penyakit snot menular ke burung yang lain? Ya, penyakit snot bisa menular ke Lovebird yang lain, terutama jika Lovebird tersebut ditempatkan di dalam satu kandang koloni.

Penularan penyakit snot biasanya terjadi saat Lovebird yang sedang terkena penyakit snot menggesek-gesekkan matanya ke tangkringan. Nah, bakteri dari snot tadi akan menginfeksi Lovebird yang berada dalam satu kandang yang sama.

Jika Lovebird yang terkena snot belum sembuh dalam waktu 3 minggu, biasanya Lovebird akan mati. Maka dari itu, snot pada Lovebird harus diobati secepatnya.

Sekian artikel tentang menjelasan penyakit snot pada love bird, semoga bermanfaat. Terima kasih, Jangan lupa share dan tingglkan komentar anda di bawah kolom komentar agar pembaca yang lain bisa mengetahui info lebih lanjut.

Cara Mencegah dan Mengobati Snot Pada Lovebird

Cara Mencegah dan Mengobati Snot Pada Lovebird
Musim penghujan telah tiba, biasanya banyak breeder yang mengeluh karena burung lovebird peliharannya terserang Snot. penyakit ini cukup berbahaya karena selain menyerang bagian mata biasanya juga menyerang pada bagian pernafasan dan bahkan bisa berujung kematian jika tidak segera ditangani dengan cara yang tepat.

Snot , satu kata yang tak asing dikalangan penghobi dan peternak lovebird. Pada bagian lain saya bahas penyakit psittacosis. Antara Snot dan Psittacosis serupa tak sama tapi kebanyak peternak dan penghobi menyamakannya. Sesungguhnya dua penyakit itu beda dan yang membedakannya jenis bakteri yang menginfeksi kalau psittacosis adalah Chlamydophila psittaci , kalau snot adalah Hemophilus gallinarum
Cara Mencegah dan mengobati snot
Cara Pencegahan Snot untuk Lovebird
Pertama tama burung / unggas / lovebird yang sakit snot dipisahkan dari kandang (kelompok)  yang sehat. jika tetap berada pada kandang yang sama di khawatirkan burung yang sudah terkena snot akan menularkan penyakitnya kepada burung yang sehat. Kandang dan lingkungan harus selalu dalam keadaan bersih. Usahakan dalam kandang terkena sinar matahari. Bangkai yang mati  dibakar atau dikubur. penggunakaan cairan desinfektan dengan disemprot di daerah kandang juga dapat mematikan penyebaran bakteri

Cara Pengobatan Snot untuk Lovebird
Obat kimia yang bisa digunakan antara lain:Sulfatiasol. Sulfadimetoksin. Streptomisin. Sulfametasin. Sulfamerasin. Eritromisin. Vibravet (soluble powder) dengan takaran 4 gram dicampur 1 liter air minum, diberikan 4 - 5 hari (dianjurkan peracikan hanya oleh dokter hewan karena kalau dilakukan sendiri dan dosis tidak tepat mengakibatkan resiko lanjutan atau mati) . Untuk obat luar bisa menggunakan tetes mata khusus hewan / untuk manusia tapi dengan dosis yang rendah dahulu. Pemberian vitamin agar nafsu makan bertambah juga diperlukan seperti tertachorl.

jadi snot itu bukanlah sekedar penyakit mata biasa yang bisa disembuhkan oleh obat tetes biasa, tapi diperlukan juga antibiotik untuk menghilangkan virusnya.

Semoga dengan cara cara seperti diatas burung lovebird kita dapat disembuhkan dan kembali sehat

Salam Breeder Lovebird Lover

sumber : google.com , bertani.wordpress.com

Penyakit Snot Pada Lovebird

Penyakit Snot Pada Lovebird
Musim penghujan telah tiba, biasanya banyak breeder yang mengeluh karena burung lovebird peliharannya terserang Snot. penyakit ini cukup berbahaya karena selain menyerang bagian mata biasanya juga menyerang pada bagian pernafasan dan bahkan bisa berujung kematian jika tidak segera ditangani dengan cara yang tepat.

Apakah snot ini?
Infectious Coryza adalah nama kedokteran untuk Snot. Organisme penyebabnya ditemukan pertama kali oleh Beach pada tahun 1920. penyakit ini umumnya timbul di musim penghujan atau ada kaitannya dengan kondisi lingkungan kandang yang dingin dan lembab. Penyebabnya adalah bakteri Hemophilus gallinarum. Snot menyerang smua jenis unggas baik itu ayam maupun burung.
Penyakit Snot pada Lovebird
Penularan Snot?
Penularannya melalui media  kontak langsung antara unggas satu dan lain / lovebird satu sama lain lewat udara, lewat peralatan kandang, makanan dan minuman yang tercemar bakteri Hemophillus gallinarum

Gejala Klinis?
Pembengkakan dan busung pada muka dan mata sehingga lovebird sering menurutup mata bahkan dalam keadaan parah muncul selaput menutupi mata dan bengkak hingga seolah-olah mata membesar mau keluar. Rongga hidung mengeluarkan lendir kental yang lengket dan berbau busuk . kadang bersin-bersin dan mengguncangkan kepala untuk mengeluarkan cairan hidung. Kelopak matannya menjadi lengket. Nanah pada mata berbau busuk yang dapat mengerak disekitar lubang hidung dan mengkeju disekitar lubang hidung dan sinus.Getah radang dalam trachea dan bronchi dapat menghasilkan bunyi ngorok.Nafsu makan dan minum menurun sehingga terjadi penurunan produksi. Pernapasan cepat, sering kali dibarengi diare dan lovebird dapat menjadi kerdil.  Perubahan Pascamati Selaput lendir hidung dan sinus / pilek mengalami peradangan yang akut. Peradangan katar (bengkak luar biasa) selaput mata. Busung bawah kulit pada muka dan tulang..

Dengan kondisi seperti yang dijelaskan diatas apakah lovebird kesayangan kita yang terkena snot masih bisa disembuhkan ?? pastinya bisa, asalkan burung yang terkena snot belum terlalu parah

Adapun untuk pengobatannya dabat di baca di artikel selanjutnya

Salam Breeder Lovebird Lover


sumber : google.com , bertani.wordpress.com
Copyright © Lovebird Lovers Indonesia . All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design